Akan tetapi, jika kaki sering kesemutan tanpa adanya sebab seperti di atas, maka kita jangan menganggap itu suatu yang normal karena ada penyakit-penyakit atau kondisi medis yang menjadi penyebabnya.
Dalam hal ini kita juga harus mengamati bagian kaki mana yang sering kesemutan, apakah kedua kaki atau salah satu, apakah di ujung jari-jari, telapak kaki, jempol kaki dan lain-lain serta gejala apa yang menyertainya misalnya disertai rasa sakit dari paha sampai kaki, rasa kebas, atau kelemahan pada kaki. Informasi ini sangat berharga bagi dokter untuk menegakkan diagnosis kaki kesemutan yang Anda alami.
Penyebab Kaki Kesemutan dan Cara Mengatasinya
Sebelum pergi ke dokter, yuk kita intip, penyakit apa saja yang dapat menyebabkan kaki sering kesemutan (kesemutan kronis yang berlangsung lama). Mungkin hampir sama dengan kesemutan pada tangan.
Diabetes
Biasanya kesemutan pada kedua kaki, ujung-ujung jari. Disertai dengan gejala diabates seperti sering buang air kecil, terutama malam hari saat tidur, sering merasa haus, sering merasa lapar, banyak makan tapi badan lemas. Diabetes bisa menjadi penyebab kaki kesemutan karena gula darah yang tinggi dapat merusak saraf-saraf tepi. Untuk mengetahui kita harus melakukan pemeriksaan gula darah.
Untuk mengatasi kesemutan akibat diabetes ini, maka gula darah harus terkontrol agar selalu berada pada level normal dengan obat-obatan yang diberikan dokter, disamping itu harus rajin olah raga seperti senam diabetes, serta suplementasi vitamin neurotropik.
Silahkan baca : Tips agar gula darah terkontrol dan nilai noraml gula darah.
Saraf Terjepit
Kesemutan akibat saraf terjepit terjadi pada salah satu kaki atau bagian kaki tertentu sesuai saraf mana yang terjepit. Contohnya pada sciaticaa, dimana terjadi jepitan pada saraf sciatic yang membentang dari pinggul hingga tungkai kaki. Sebagai akibatnya daerah yang dipersarafi itu tadi mengalami kesemutan, rasa kebas atau baal, serta nyeri yang luar biasa pada pinggul hingga kaki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar